Sabtu, 12 Maret 2011

Ingatkah engkau jantung hatiku



tersentuh dalam buaian

tersa begitu spektakuler

ketika berlabuh ku pada suatu pulau

dan disaat ku berlabuh

aku mersa ada banyak sekali rasa di dalamnya



oh,, dirimu yang disana

akan kah engkau meresa

merasakan kerinduan yang amat dalam

sedalam lautan di samudra sana



ketika ku mengingatmu

aku seakan mersa dalam alam yang berbeda

sejuk, damai, indah bahkan hening

aku bahagia



aku harap kau bisa meraskan

mersakan betapa aku merasa bahwa kau yang selalu terindah

akan ku ingat itu

bahwa engkau adalah hal yang selalu terindah



suatu saat akan aku bawa engkau

kedalam pulai tersebut

pulau yang akan mengantarkan kepada sapa saja yang datang mersa terbuai akan keindahannya



semoga engaku mengetahui

begitu banyak aku tumpuhkan

harapan ini kepadamu

oh....engkau jantung hatiku semoga engkau tahu

Wahai engkau yang disana




tersentuh dalam buaian

tersa begitu spektakuler

ketika berlabuh ku pada suatu pulau

dan disaat ku berlabuh

aku mersa ada banyak sekali rasa di dalamnya



oh,, dirimu yang disana

akan kah engkau meresa

merasakan kerinduan yang amat dalam

sedalam lautan di samudra sana



ketika ku mengingatmu

aku seakan mersa dalam alam yang berbeda

sejuk, damai, indah bahkan hening

aku bahagia



aku harap kau bisa meraskan

mersakan betapa aku merasa bahwa kau yang selalu terindah

akan ku ingat itu

bahwa engkau adalah hal yang selalu terindah



suatu saat akan aku bawa engkau

kedalam pulai tersebut

pulau yang akan mengantarkan kepada sapa saja yang datang mersa terbuai akan keindahannya



semoga engaku mengetahui

begitu banyak aku tumpuhkan

harapan ini kepadamu

oh....engkau jantung hatiku semoga engkau tahu

Berjuang seperti halnya ombak di pesisir pantai

Berdesir suara yang seakan menghembus

menghampas kesunyian-kesunyai ini

menelusuri lorong waktu

yang ku pijak seakan tiada akhir



ingin ku gapai suatu tujuan

tujuanku entah kemana?

akankah ku menemukan jalan?

jalan kepastian, tiada hambatan?

semua itu adalah teka-teki dalam hidupku

yang seakan meletup-letup seperti uranium

menjalar ke segala arah tak menentu



aku pijaki rantai kehidupanku

aku telusuri jalan terjalku

aku daki bukit rintanganku

aku hampas semua

hampas... seperti halnya ombak terus menghantam tiada henti-hentinya



aku akan berjuang....

berjuang melawan keraguan dan keputus asan..

aku ingin berjuang seperti ombak dipesisir pantai

setiap detik, menit, jam, hari, minggu, bulan, tahun, bahkan abad

tak hentinya terus menerjang batu karang dan helaian pasir di pantai



akan ku telusuri itu...

karena aku mulai sadar tentang arti makna kehidupan yang harus ku jalani

Terjal, berliku, memutar, berbalik, lurus, berlawanan arah.

Rabu, 09 Maret 2011

Anak kemarin sore

Positive thinking

Berpijak pada satu poros, memutar bagaikan roda, pada dasarnya itu adalah teori dalam hidup terkadang kita diatas dan tak ajuh juga kita dibawah. Dalam konteks ini manusia seperti halanya kita masih terperangkap dalam gejolak muda, ego, dan hal penasaran akan selalu dihadapkan. Tinggal bagaimana cara kita menyikapi, disinilah kita mulai berbenah diri kita tentukan arah kita, kemana kita akan mulai atau mengawali langkah kita untuk menempuh satu titik tujuan. Lantas kita bertanya apa yang harus kita lakukan untuk menempuh satu titik yang akan kita tuju tersebut ? jawabnaya adalah ada pada individu itu sendiri.
Kita akan dilimpahakan pada dua sarana atau suatu jalan yang akan kita temui pada saat memulai menempuh satu titik tersebut, yaitu Positive dan Negatif. Mari kita renungkan atas apa yang akan kita lakukan tapi disini kita jangan larut akan buaian renungan tersebut hingga akhirnya kita malas untuk memulainya. Kalau kita sudah malas kita termasuk dalam pilihan jalan yang ke dua yaitu Negatif.
Menghadapi dan menyikapi suatu problematika kehidupan itu tidaklah semudah membalikan kedua telapak tangan, tentunya rintangan-rintangan akan selalu terhadapi oleh kita. Dan janganlah beranggapan bahwasanya suatu maslah tersebut akan sangat sulit kita hadapi. Mari kita sama-sama belajar agar memakai pikiran yang selalu positif. Pepatah mengatakan “sedikt demi sedikit lama-lama akan menjadi bukit”. Menurut saya kata tersebut memberikan suatu pencerahan yaitu agar melakukan hal tersebut mulai dari yang kecil.
Lantas dibenak kita akan muncul kembali pertanyaan. “kalau seterusnya kita berusaha tapi tidak menuai hasil bagaimana?”, disinilah kebanyakan dari kita dan dari penulis sendiri sering terbenak pertanyaan seperti itu. Mari kita renungi untuk sejenak lagi, usaha apakah yang telah kita lakukan?, apakah usaha kita sudah memenuhi taraf dengan pengorbanan untuk menuai suatu titik yang akan kita tuju?. Memang suatu keputusasaan tersebut akan merambah ke seluk-seluk pikiran kita, sedikit demi sedikit harus kita lawan. Dan kita harus mengingat bahwa pengorbanan yang kita lakukan tidak mungkin yang tidak ada hikmahnya.
Dan setelah kita dapat menempuh suatu titik tersebut atau mungkin bisa kita anggap sukses, ingat sukses bukan suatu tujuan tapi memulai perjalanan yang baru.


09/03/2011

Jumat, 18 Februari 2011

AKU MALU


AKU MALU

Aku malu kepada-Nya
Aku malu pada utusa-Nya
Aku malu pada ajara-Nya
Aku malu . . . .
          Aku malu pada karunia-Nya
          Aku malu pada nikmat-nikmat-Nya
          Aku malu pada atas apa yang Engkau berikan
          Aku malu .  . . . .
Karena aku malu akan imanku
Karena aku malu akan dosa-dosaku
Karena aku malu akan kehilafanku
Aku malu . . .
          Aku rindu ridho-Mu
          Aku rindu jalan lurus-Mu
          Aku rindu Engkau Ya Rabb..
          Aku rindu . . . .

Jumat, 11 Februari 2011

Akan ku ungkapkan



Selama ini aku terus menahan
Menahan luka yang amat dalam
Perih rasanya, pilu ku tuk mengingatnya

Dan kini mungkin rasa itu mulai memudar dari sanubariku
Sanubari yang dulu terplopori oleh rasa pilu yang amat sangat
Kehadiran dirimu membuatku terbuai

Kini serpihan-serpihan hatiku yang telah hancur
Mulai ku rajut lagi sedikit demi dikit
Semoga kau bisa mengembalikan senyumku
Seperti mentari yang tak lelah menerangi bumi