Positive thinking
Berpijak pada satu poros, memutar bagaikan roda, pada dasarnya itu adalah teori dalam hidup terkadang kita diatas dan tak ajuh juga kita dibawah. Dalam konteks ini manusia seperti halanya kita masih terperangkap dalam gejolak muda, ego, dan hal penasaran akan selalu dihadapkan. Tinggal bagaimana cara kita menyikapi, disinilah kita mulai berbenah diri kita tentukan arah kita, kemana kita akan mulai atau mengawali langkah kita untuk menempuh satu titik tujuan. Lantas kita bertanya apa yang harus kita lakukan untuk menempuh satu titik yang akan kita tuju tersebut ? jawabnaya adalah ada pada individu itu sendiri.
Kita akan dilimpahakan pada dua sarana atau suatu jalan yang akan kita temui pada saat memulai menempuh satu titik tersebut, yaitu Positive dan Negatif. Mari kita renungkan atas apa yang akan kita lakukan tapi disini kita jangan larut akan buaian renungan tersebut hingga akhirnya kita malas untuk memulainya. Kalau kita sudah malas kita termasuk dalam pilihan jalan yang ke dua yaitu Negatif.
Menghadapi dan menyikapi suatu problematika kehidupan itu tidaklah semudah membalikan kedua telapak tangan, tentunya rintangan-rintangan akan selalu terhadapi oleh kita. Dan janganlah beranggapan bahwasanya suatu maslah tersebut akan sangat sulit kita hadapi. Mari kita sama-sama belajar agar memakai pikiran yang selalu positif. Pepatah mengatakan “sedikt demi sedikit lama-lama akan menjadi bukit”. Menurut saya kata tersebut memberikan suatu pencerahan yaitu agar melakukan hal tersebut mulai dari yang kecil.
Lantas dibenak kita akan muncul kembali pertanyaan. “kalau seterusnya kita berusaha tapi tidak menuai hasil bagaimana?”, disinilah kebanyakan dari kita dan dari penulis sendiri sering terbenak pertanyaan seperti itu. Mari kita renungi untuk sejenak lagi, usaha apakah yang telah kita lakukan?, apakah usaha kita sudah memenuhi taraf dengan pengorbanan untuk menuai suatu titik yang akan kita tuju?. Memang suatu keputusasaan tersebut akan merambah ke seluk-seluk pikiran kita, sedikit demi sedikit harus kita lawan. Dan kita harus mengingat bahwa pengorbanan yang kita lakukan tidak mungkin yang tidak ada hikmahnya.
Dan setelah kita dapat menempuh suatu titik tersebut atau mungkin bisa kita anggap sukses, ingat sukses bukan suatu tujuan tapi memulai perjalanan yang baru.
09/03/2011

Tidak ada komentar:
Posting Komentar