BAB I
PENDAHULUAN
1.Latar Belakang Masalah
Seandainya bisa diharapkan, sebenarnya dari tulisan ini yang banyak dikutif dari buku Trias yang berjudul Jerusalem kesucian, konflik, dan pengadilan akhir. Kita juga ingin mendapat gambaran lebih jauh, seberapa mungkin kompromi macam apa yang bisa dicapai ketika paham garis keras dewasa ini sudah termasuk kedalam tantanan masyarakat kedua bangsa? Pertanyaan ini cukup menggelitik, karena sekalipun dari palestina tidak ada lagi serangan terhadap Israel, orang masih sulit menjawab apakah Israel mau mundur keperbatasan tahun 1967 dan meluluskan terbentuknya negara palestina merdeka.
Dari masalah Jerusalem ini pula kita ingin melihat, seberapa jauh ia menjadi bagian yang membuat perdamaian menyeluruh Timur Tengah lebih sulit atau lebih mudah diwujudkan.
Sejauh ini Israel ingin menerapkan prinsip the takes all. Karena yang muncul justru Israel ingin terus meluaskan wilayah ke wilayah Palestina.
Dengan kondisi yang serba macet seperti sekarang ini, salah satu peluang bagi terciptanya perdamaian di Timur Tengah adalah dengan ikut sertanya kuasa besar yang amat berpengaruh. Pandangan seperti inilah yang mungkin diasinggung dari buku Trias yang berjudul Jerusalem kesucian, konflik dan pengadilan akhir dalam epilog bukunya.
Diharapkan dengan telaah sejarahnya, Penulis dapat mengharapkan perspektif yang lebih gembilang tidak saja mengenai Jerusalem, tetapi juga konteks yang mengenai konflik Timur Tengah dan upaya penyelesaiannya, yang akhir tahun 2007 belum tampak.
Mengingat pendekatan tradisional yang sudah dilakukan selama ini belum mampu menghasilkan trobosan, mungkinkah dicoba menemukan pendekatan baru? Misalnya saja seperti yang diusulkan oleh Uri Dromi dari lembaga Demokrasi Israel di Jerusalem yang mengatakan, bahwa tanah yang ada dalam pikiran kedua bengsa sesungguhnya hanya sebagian dari impian yang lebih besar. Israel harus mundur dari Tepi barat. Dan sebaliknya Palestina harus menerima realita, bahwa mereka tidak bisa kembali ke wilayah yang mereka tinggalkan pada tahun 1948.
2.Rumusan Masalah
3.Tujuan Masalah
BAB II
PEMBAHASAN
1.Pemahaman Kedua Bangsa Palestina dan Israel
Tanah Palestina sekarang ini adalah negri dua bangsa, Israel dan Palestina. Dua bangsa inilah yang selalu bermusuhan, saling menyerang dan saling membunuh. Tak ada seorangpun yang dapat meramalkan kapan perseteruan antara dua bangsa tersebut berakhir. Mereka berlomba-lomab untuk saling meniadakan eksistensi kemanusiaan masing-masing